Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2018

Setup Nanas Kemasan a la Siwarak

Gambar
Rasanya menyenangkan ketika kenalan lama tetiba teringat bahwa saya sangat suka icip-icip . Apalagi menu rumahan.  Siang itu, saya bertemu salah seorang pegiat pokdarwis di Goa Lawa, Desa Siwarak, Kecamatan Karangreja. Awalnya hanya menitipkan kendaraan saja, tak disangka pulangnya saya diberi oleh-oleh.  Mas Tompel, begitu ia biasa dikenal membawakan saya sejumlah nanas dan setup nanas kemasan. Khusus yang terakhir, ia bilang, akan menjadi produk oleh-oleh khas baru. Setup nanas, bukanlah hal baru di keluarga saya. Sejak kecil saya akrab dengan paduan wangi segar air nanas, kayu manis, pandan dan sedikit cengkih. Baik ibu ataupun uyut saya suka membuatnya di sore hari. Wangi rempah dan buah ini memang terasa magis di kala sore. Masalahnya, saat ini sudah sangat sulit mendambakan menu ini benar-benar hadir di rumah. Jadi, rasanya senang bisa mendapatkan setup nanas versi kemasan seperti ini. Terlepas dari citarasanya yang berbeda. Ini hanya masalah selera saja. Menariknya oleh...

Arsantaka dan Purbalingga

Gambar
Suasana selepas Jumatan yang lengang. Mataharinya terik. Dan saya malah mengiyakan ajakan ke makam. Beruntung juru kunci makam, Pak Karso, mempersilakan kunjungan ke Makam Arsantaka di siang bolong.    Siang itu, saya tidak sendiri. Ada tiga gadis remaja yang memaksa saya ikut. Tidak jauh dari pusat kota Purbalingga, cukup mudah menemukan areal makam ini. Gapura masuk bertuliskan "Makam Arsantaka" akan mengantarkan ke titik tujuan. Mentok di ujung jalan, beberapa warga tampak duduk-duduk. Ada pohon rindang yang membuat mereka cukup betah di sana, meskipun tampak sejumlah nisan di sekelilingnya. Beberapa dari mereka berkata, "Harusnya semalem, Mbak. Ramai" . Saya cukup tersenyum. Saya memang bukan peziarah seperti pada umumnya warga diluar Desa Pungkuran, Kelurahan Purbalingga Lor ini. Pak Karso segera membuka kunci gerbang dengan gapura berwarna merah tembaga, di tempat itulah kawasan inti makam Arsantaka. Alas kaki mesti ditinggalkan di depan gerbang. Berbeda denga...

GAN ENGLISH SCHOOL

Gambar
Sudah bukan rahasia, saya memang payah untuk urusan mengucapkan bahasa asing dengan baik. Lidah dan otak sama-sama belibet . Tapi mosok iya, 2018 saya masih bertahan dengan “yes,.. no,.. not yet” saja. Sementara pada 1920 sudah berdiri Gan English School di Purbalingga. Artinya, meski segelintir orang, namun penggunaan bahasa asing ini telah mereka kuasai sejak usia dini. Gan English School memang terbilang eksklusif. Dibuka oleh Gan Thian Koeij, salah seorang Tionghoa yang cukup ternama pada masanya.  Saya mengambil sumber dari Banjoemas.com, disebutkan bahwa pada 1910 Belanda membangun Holland Chinese School (HCS) . Sayangnya, prioritas pembangunannya baru sebatas kota besar. Sehingga, ia berinisiatif membangun Gan Engslish School.    Saya menyusuri seputar Tugu Knalpot, mencari siapa tahu ada tanda-tanda sisa keberadaan Gan English School. Membayangkan tempat kursus bahasa Inggris di masa lalu pastilah sangat menarik.  Sebenarnya tidak terlalu mengherankan apabi...