Postingan

KASURAN

Gambar
Saya pernah dengan mentah memaknai kata kasuran sebagai kasur dengan akhiran –an . Bisa saja sebenarnya, selama kata ini tidak dikaitkan dengan rumput. Karena rumput kasuran sudah menjadi kesatuan dengan Wayang Suket khas Purbalingga. Secara bentuk wayang suket ini tidak ada bedanya dengan wayang kulit. Sama-sama berwujud tokoh dalam cerita Mahabarata. Namun bahan pembuatan itu yang menghasilkan perbedaan yang tampak nyata. Wayang suket tidak memiliki warna selain kecoklatan lazimnya rumput kering. Siang itu saya mendapat kesempatan melihat Mas Badri berjaga di stan pameran di halaman Pendopo Kabupaten Purbalingga. Ia diundang khusus untuk menunjukkan hasil karya warisan kakeknya.  Wayang Suket miliknya ini berbeda dengan yang lain. Rumputnya bukan sekedar dirangkai, melainkan dianyam. Dan lebih unik lagi karena bahan bakunya itu tadi. Bukan rumput pada umumnya, karena rumput kasuran hanya tumbuh di Desa Wlahar, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga. Mas Badri memang asli pendud...

Joglo Kembar, Pagi Itu

Gambar
Hari itu masih cukup pagi. Udara pun masih tenang. Hanya lalu lalang kendaraan di seputaran kota yang terpacu bersegera mendekati gerbang tempat aktivitas. Namun saya lihat tidak demikian dengan pria sepuh yang telah lama tinggal di Bogor itu. “ Saya rindu ”, katanya pelan. Saya tersenyum, mencoba memahami geletar ngilu saat yang dicarinya tak lagi ada. Oleh : Anita Wiryo Rahardjo Diiring dua perempuan dari tanah Pakuan, ia berkali-kali melirik sisi barat. Tak kunjung bertemu apa yang dicari, kegelisahan terpancar dalam gemetar suaranya. “ Bangunan joglo ini baru ya ? ”, tanyanya. Saya mengangguk. Walau sudah separuh dari usia saya, tetap saja bangunan ini tak bisa dibilang lawas. Diresmikan pada 24 April 2003. Bangunan Museum Semula Sekolah ? Berlokasi di pusat kota, lingkar Alun-alun memang strategis. Di lingkungan yang kini kita ketahui sebagai Jl . Alun-alun Utara no.1, Purbalingga ini dia pernah mengenyam pendidikan dasar. “ Dulu saya SR (Sekolah Rakyat) disini ”, kenangnya seketi...

Setup Nanas Kemasan a la Siwarak

Gambar
Pada dasarnya saya menyukai masakan rumah. Namun belakangan ini minta  dimasakin  adalah hal yang sangat sulit. Apalagi kalau bentuknya  segeran . Untunglah, meski tak  miara  Doraemon, saya dengan mudah bisa menyantap setup favorit tanpa perlu  ngeberantakin  dapur. Oleh : Anita Wiryo Rahardjo Buah dan rempah adalah padanan menyenangkan yang selalu membawa saya serasa pulang. Wanginya setup saat airnya baru mendidih menjadi pengharum ruangan paling aromatik yang saya akrabi sedari kecil. Saya sadar, kenangan memang tak akan terganti. Namun ijinkan saya tetap menikmati semangkuk kecil setup nanas saat saya tak dirumah. Oleh-oleh Khas Siwarak Purbalingga kota memang bukan sentra nanas. Tapi bagian utara sana, di Siwarak khususnya, malah punya kebun nanas. Menyenangkannya lagi, nanas itu dikemas dalam berbagai varian penganan enak. Dodol, jus, nata de coco, sambal dan saus nanas serta yang saya kangenin : setup. Info lengkap dan pemesanan mangga dapat ...

Arsantaka dan Purbalingga

Gambar
Terik mentari dan lengang. Usai kulminasi bergeser sedikit ke arah barat, saya memulai jalan-jalan bersama 3 anak dara yang tetiba keranjingan mengenal sejarah. Oleh : Anita Wiryo Rahardjo Makam Arsantaka Meski berada di lingkaran pusat kota, tempat ini lengang. " Harusnya semalem,  Mbak. Ramai ", kata beberapa warga. Kami hanya tersenyum sambil terus mengekor seorang pria yang akrab disapa Pak Karso. Jumat siang makam memang sepi. Gapura berwarna merah tembaga itu menandakan kami telah memasuki kawasan inti makam Arsantaka. Cikal Bakal Purbalingga Masyarakat Purbalingga bisa jadi sudah tidak lagi asing. Nama Ki Arsantaka banyak disebut dalam tulisan yang berkaitan dengan sejarah berdirinya Kabupaten Purbalingga. Sayang, tahun lahirnya tidak diketahui secara pasti. Arsantaka terlahir dengan nama Arsakusuma. Ia merupakan putera Adipati Onje II dengan isteri ke-3 nya, Nyai Pingen. Arsantaka memiliki seorang kakak bernama Yudantaka. Dikatakan Arsantaka melewati masa mudany...

GAN ENGLISH SCHOOL

Gambar
Sudah bukan rahasia, saya memang payah untuk urusan mengucapkan bahasa asing dengan baik. Lidah dan otak sama-sama belibet . Tapi mosok iya, 2018 saya masih bertahan dengan “yes,.. no,.. not yet” saja. Sementara pada 1920 sudah berdiri Gan English School di Purbalingga. Artinya, meski segelintir orang, namun penggunaan bahasa asing ini telah mereka kuasai sejak usia dini. Gan English School memang terbilang eksklusif. Dibuka oleh Gan Thian Koeij, salah seorang Tionghoa yang cukup ternama pada masanya.  Saya mengambil sumber dari Banjoemas.com, disebutkan bahwa pada 1910 Belanda membangun Holland Chinese School (HCS) . Sayangnya, prioritas pembangunannya baru sebatas kota besar. Sehingga, ia berinisiatif membangun Gan Engslish School.    Saya menyusuri seputar Tugu Knalpot, mencari siapa tahu ada tanda-tanda sisa keberadaan Gan English School. Membayangkan tempat kursus bahasa Inggris di masa lalu pastilah sangat menarik.  Sebenarnya tidak terlalu mengherankan apabi...

Sela Bintana, Yang Terlupa

Gambar
​ Sekelompok penonton memilih posisi yang nyaman didalam gedung tak beratap. Ada yang berjongkok, bersila bahkan berdiri. Jangan heran. Disini memang tak ada kursi. Dan seperti inilah gambaran bioskop misbar Sela Bintana, Purbalingga yang diceritakan beberapa orang secara terpisah. Oleh : Anita Wiryo Rahardjo Misbar Sela Bintana Sela Bintana memang tak segaung nama tiga bioskop yang pernah ada di Purbalingga. Rayuan Theater, Braling Theater dan Indra Theater (Bobotsari). Bioskop ini jenis misbar. Gerimis bubar. Namun tetap digemari saat itu. Sela Bintana menjadi pilihan jika kocek sedang tipis. • Dekat Rayuan • Sela Bintana ada dekat dengan Rayuan Theater Purbalingga. Tapi keduanya memiliki pasar masing-masing. Sela Bintana, dengan harga tiket yang lebih murah menawarkan film yang berbeda kelas dengan 'tetangga'nya. Dapat dipahami ya. Apalagi fasilitasnya juga berbeda. Sela Bintana diketahui menempati bangunan milik keluarga Tan Kwee An. Seorang pengusaha es balok ternama. Pabr...

GEBYEKAN : Pulangnya si Anak Hilang

Gambar
Byek byek nooong  Byek byek juuuurrr  Sriiiiii balia, bapane olih berkat Mbok ora kebagian • oleh : Anita Wiryo Rahardjo • " Sriiiii baliaaaa !!! ", teriak orang-orang begitu mengetahui Sri ( bukan nama sebenarnya ) hilang dari rumahnya semenjak keluar menjelang sandekala. Bebunyian peralatan rumah tangga menggema di sepanjang kampung. Byek byek byek. Tampah, ember, panci, wajan, baskom ditabuh dengan meneriakan nama si orang hilang. Bebunyian itu konon tak disukai makhluk halus. Lho ?! Apa hubungannya ? Ya karena orang hilang yang tidak wajar, dipercaya telah dibawa kabur makhluk halus. • Tradisi Nusantara • (Foto dari Tribunnews Batam) Ternyata tak hanya di Jawa, tradisi seperti inipun dikenal penduduk luar Jawa. Sebutlah salah satunya Bagandang Nyiru di Kalimantan. Atau penduduk Ataili juga mengenal Smabusabunga. Intinya sama. Yaitu : ritual memanggil kembali orang yang diduga hilang dengan berkeliling kampung membunyikan peralatan rumah tangga.  Bedanya, jika dal...