Joglo Kembar, Pagi Itu
Hari itu, bisa dikatakan masih cukup pagi. Orang-orang juga terlihat sudah memulai kesibukannya. Hari ini agenda saya adalah menuju ke museum di pusat kota Purbalingga. Museum Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja. Tak lama setelah tiba, ada satu keluarga kecil menyusul. Saya menduga mereka tersasar. Dari dialeknya terdengar mereka bukan penduduk lokal seperti saya. Tapi, tidak! Pria satu-satunya dalam keluarga itu tampak langsung memandang bangunan joglo di depan saya ini. Ia terlihat mencari-cari. Namun kalimat yang keluar cukup mengejutkan. "Saya rindu" , katanya pelan. Saya panik. Bukan karena saya merasa mengenalnya, namun lebih pada ada geletar ngilu dalam nada bicaranya yang telah bergetar dimakan usia. "Joglo ini baru ya?", tanya ia kemudian. Saya hanya bisa menjawab sebatas yang pernah disampaikan pemandu museum ini. Meski tak bisa dikatakan sepenuhnya baru, namun peresmian museum ini di tahun 2003 pastilah sangat jauh dari apa yang pria ini tengah cari. ...