Postingan

Menampilkan postingan dengan label Museum

Joglo Kembar, Pagi Itu

Gambar
Hari itu, bisa dikatakan masih cukup pagi. Orang-orang juga terlihat sudah memulai kesibukannya. Hari ini agenda saya adalah menuju ke museum di pusat kota Purbalingga. Museum Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja. Tak lama setelah tiba, ada satu keluarga kecil menyusul. Saya menduga mereka tersasar. Dari dialeknya terdengar mereka bukan penduduk lokal seperti saya.  Tapi, tidak! Pria satu-satunya dalam keluarga itu tampak langsung memandang bangunan joglo di depan saya ini. Ia terlihat mencari-cari. Namun kalimat yang keluar cukup mengejutkan. "Saya rindu" , katanya pelan. Saya panik. Bukan karena saya merasa mengenalnya, namun lebih pada ada geletar ngilu dalam nada bicaranya yang telah bergetar dimakan usia. "Joglo ini baru ya?", tanya ia kemudian. Saya hanya bisa menjawab sebatas yang pernah disampaikan pemandu museum ini. Meski tak bisa dikatakan sepenuhnya baru, namun peresmian museum ini di tahun 2003 pastilah sangat jauh dari apa yang pria ini tengah cari. ...

BATIK NAGA TAPA, SERAGAM PEJABAT ERA BUPATI KE-9

Gambar
Batik gelap bergambar naga yang dikelilingi pohon hayat dan aneka fauna itu dipadu dengan beskap ataupun kebaya kutu baru hitam. Begitulah kira-kira seragam dinas para pejabat pada era Bupati ke-9 Purbalingga.  Oleh : Anita Wiryo Rahardjo Museum daerah Prof. Dr. R. SoegardaPoerbakawatja menjadi tujuan saya siang itu. Beberapa bulan silam, sebelum peresmian ruang pameran baru dibuka. Satu koleksi batik lawas menarik perhatian saya. Batik itu bernama Naga Tapa. Sebuah motif klasik yang termasuk dalam jenis semen yang dimaknai sebagai penggambaran kehidupan yang semi. Ini terlihat dari jenis ornamen pokoknya yang berhubungan erat dengan paham Tribawana atau Triloka yaitu : daratan, udara dan air. Dalam Batik Naga Tapa Purbalingga, unsur tanah diwakili oleh sulur tetumbuhan, pohon hayat, binatang berkaki empat seperti harimau, kijang, gajah serta bajing. Udara yang digambarkan melalui burung dan kumbang. Serta binatang utama naga yang mewakili ketiganya. Naga kerap digambarkan seba...

Pekinangan

Gambar
Kata “pekinangan” umum ditujukan pada wadah bahan-bahan nginang. Ada yang menyebutnya kutuk sirih hingga tepak atau tlepok . Dalam bahasa Inggris disebut dengan betel nut set . Oleh : Anita Wiryo Rahardjo Saya kembali berbincang dengan Triningsih, pemandu sekaligus kurator di Museum Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja. Mbak Tri, begitu ia biasa dipanggil mengajak saya berkeliling sembari menatap sederet benda-benda mungil berbentuk manggis dengan warna keemasan. “Nyemplu kayak pipi bayi”, gurau kami satu sama lain. Pada dasarnya nginang ini seperti halnya merokok. Membuat kecanduan. Tak heran, seseorang yang menginang akan membawa bahan-bahan nginang kemanapun ia pergi. Meski tanpa rujukan ilmiah, sepertinya pekinangan muncul hampir bersamaan dengan kebiasaan menginang itu sendiri. Jangan bayangkan semua pekinangan seperti benda koleksi museum yang terlihat antik ya. Karena mbah-mbah kita pun ada yang cukup membungkus bahan kinang dengan sehelai kain serbet. Jangan-jangan dahulu ma...

YUUK,.. KE MUSEUM USMAN JANATIN

Gambar
Let's sing along : "Museumku, dihatiku, aku berguru kepadamu,..". Ehem,.. nggak bisa ikutan nyanyi ini yah ? Nggak salah juga sih. Kalau saya tidak bekerja di sebuah media yang mendapat sample jingle "Ayo Ke Museum" juga nggak akan ngerti kok. Apalagi tempat sejenis ini memang terbilang bukan tujuan wisata favorit. Oleh : Anita Wiryo Rahardjo Bicara soal Museum, Purbalingga juga punya beberapa museum yang (semestinya) kita kunjungi. Museum Daerah Prof. Dr. Soegarda Poerbakawatja, Museum Wayang & Artefak, Museum Uang atau yang paling baru diresmikan Museum Usman Janatin. USMAN JANATIN Nama Usman Janatin di tanah kelahirannya, Purbalingga, memang tidak segaung Jendral Soedirman. Namanya mulai dibicarakan masyarakat Purbalingga sejak diabadikan pada sebuah taman kota yang berlokasi di eks Pasar Lawas. Namun lagi-lagi orang hanya mengenalnya sebatas nama. Padahal Usman Janatin merupakan sosok Pahlawan Nasional asli Purbalingga yang telah menorehkan namanya pad...

Monumen Pers Nasional di Solo

Gambar
Belasan tahun tak mengunjungi Solo membuat saya bingung. Banyak yang berubah. Berhubung urusan pekerjaan membuat saya baru bisa melepas penat jelang jam 17.00, maka pilihan pun hanya bisa jatuh ke Monumen Pers Nasional yang dekat dengan lokasi rapat.  Oleh : Anita Wiryo Rahardjo Monumen yang terletak di Jalan Gajah Mada no 29 ini memiliki bentuk bangunan yang unik. Mirip candi. Orang masih banyak yang menyebutnya sebagai Societeit atau Kamar Bola. Dikenal sebagai kamar bola, karena bangunan mirip candi ini pada jaman dahulu sering dipakai oleh orang-orang Belanda bermain bola sodok atau billiard. Cukup mudah menggapai tempat ini. Karena terletak di jalur utama dan berada dekat dengan Keraton Mangkunegaran. Tepatnya diarah barat Keraton dekat tugu perempatan jalan yang dahulu dikenal dengan sebutan bundaran air mancur. Atau seberang Taman Punggawan. Tugu yang terletak di dekat Monumen Taman Punggawan di seberang Monumen SASANA SOEKA Monumen Pers Nasional menempati gedung...

LOKASTITHI GIRI BADRA

Gambar
Namanya cukup sulit untuk saya ucapkan. Lokastithi Giri Badra. Namun ada cara mudah menyebutnya yaitu: Museum Cipaku. Karena memang museum terbuka ini terletak di Dusun Pangebonan, Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga. Seperti namanya yang klasik, koleksi utama pun didominasi artefak temuan lokal dari masa klasik berupa Arca Ganesha . Museum ini menurut informasi berada diatas lahan sekira 4.000 m². Di sana sejumlah objek berbahan batu ditempatkan. Dalam suasana alam terbuka. Memang ada yang telah dilengkapi pelindung, diberi atap dan pagar pembatas. Namun tetap membiarkan udara Dusun Pangebonan yang terkadang lembab menyapa koleksi secara langsung. Beruntung, pihak pengelola terbilang mampu ngopeni dengan cukup baik. Bukan berada di jalur utama, membutuhkan usaha lebih untuk mencapai lokasi. Lebih mudah dan disarankan dengan kendaraan pribadi. Selain mempercepat juga bisa sekaligus mengunjungi beberapa destinasi terkait.  Arahkan saja layanan mesin pencari ke Wat...