Postingan

Menampilkan postingan dengan label Artefak

Ke PRASASTI CIPAKU yuuukkk

Gambar
Seperti yang sudah saya tulis sebelumnya, bahwa desa Cipaku Mrebet menyimpan banyak potensi cagar budaya yang masih terjaga kondisinya sampai saat ini. Sebagian besar koleksi ini diselamatkan dan ditempatkan di museum milik perorangan " Lokastithi Giri Badra " yang dibuka 24 jam non stop. Oleh : Anita Wiryo Rahardjo Namun yang tak kalah istimewa adalah keberadaan batu raksasa di sebelah museum ini. Batu yang bisa dibilang seukuran gajah gemuk dengan goresan-goresan huruf yang sangat sulit dibaca umum. Warga setempat mengenalnya sebagai Watu Tulis dan secara resmi terdata sebagai Prasasti Cipaku. Berbicara tentang prasasti, temuan di Cipaku ini jadi terasa menarik. Prasasti biasanya merujuk pada suatu benda yang mengandung tulisan. Nah, seperti kita tahu tulisan ini menjadi penanda berakhirnya masa prasejarah dan dimulainya zaman sejarah. Jadi, bisa dong kita menyebutnya lebih modern dari zaman batu. Karena umumnya dikenal mulai masa klasik Hindu-Budha. Sampai sekaran...

Jalan-jalan ke PANEMBAHAN DRONA yuuuuukkk

Gambar
Masyarakat setempat terbiasa menyebut tempat ini sebagai Panembahan Drona. Eh, Drona ? Guru Pandawa dan Kurawa ?  Oleh : Anita Wiryo Rahardjo Foto oleh : Rudal Afgani Dirgantara Haha, pasti langsung terbayang sebuah serial Mahabharata 2013 yang sedang marak diperbincangkan itu ya. Entah bagaimana awalnya, namun yang pasti sebuah kompleks berisi benda diduga cagar budaya di dusun Bokol, desa Kedung Benda, Kecamatan Kemangkon Purbalingga ini memang dikenal dengan sebutan lain "Panembahan Drona". Lalu apa yang bisa ditemukan di Panembahan Drona ? Peninggalan kebudayaan yang terdapat di Panembahan Drona ini adalah berupa phallus dan yoni. Semua ditempatkan dalam ruangan khusus sekira 3x4 meter tanpa atap pada lahan luas di tengah-tengah pemukiman warga. Areal ini akan menjadi tempat berkumpulnya warga dan aparat pemerintahan setempat pada setiap perayaan Suraan.  Suraan atau Sura adalah bulan pertama kalender Jawa yang merujuk pada istilah peringatan atau peryaan tahun baru ka...

JALAN-JALAN KE SITUS WATU LUMPANG BUARA

Gambar
Situs prasejarah yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia banyak meninggalkan temuan-temuan dari batu yang masih berfungsi sebagai sarana pemujaan terhadap arwah leluhur. Begitupun dengan yang ada di Purbalingga. Apalagi ketika kita menyisir jalur pegunungan utara. Mulai dari Ponjen, Dagan, Palumbungan sampai Limbasari bahkan disebut-sebut sebagai kawasan situs perbengkelan terbesar di Asia Tenggara. Oleh : Anita Wiryo Rahardjo CANDI LUMPANG Nah, kali ini jalan-jalan saya adalah ke salah satu desa di dekat Ponjen. Jika Ponjen dikenal dengan gelang batu-nya, maka di dusun Gampingan desa Buara ini terdapat watu lumpang. Masyarakat luas menyebutnya sebagai "candi watu lumpang", sedangkan daftar inventaris BCB (Benda Cagar Budaya) setempat menyebutnya sebagai situs watu lumpang desa Buara. ALAM NATURAL Jalur termudah untuk meunju desa Buara adalah melalui desa Lumpang Kecamatan Karang Anyar. (notes. Lumpang adalah desa sentra penghasil kipang kacang di Purbalingga). Deng...

MAKAM KUNO & KALONG RAKSASA DI SITUS BANDINGAN

Gambar
Perjalanan kali ini terasa memakan waktu lama. Jujur saja ini adalah pertama kali ke Karangjambu, kecamatan yang disebut-sebut paling jauh dari pusat kota Purbalingga. Jauh banget namun tawaran ke Situs Bandingan jelas terasa sangat menggiurkan. Berangkatlah saya bersama rombongan kantor sebelah. Suasana canggung sepanjang perjalanan terganti seketika sesaat sampai di Dusun Bandingan, Kecamatan Karangjambu ini. Aroma pedesaan menghadirkan akrab karena hawanya mendukung. Hamparan sawah menyapa langkah kaki sebelum sampai ke pintu gerbang Situs Bandingan. Situs yang dari luar tampak penuh dengan pohon rimbun. Juga suara merdu santri yang tengah mengaji dari kejauhan meyakinkan saya bahwa ini memang sangat jauh dari kebiasaan hiruk pikuk pekerjaan. Adem . Tampak seorang pria paruh baya menunggu di sana. Saya agak tergugu karena warna bajunya kembar dengan saya, atasan dan bawahan hitam. Namanya Pak Miarso. Dia meminta kami semua melepas alas kaki. Maka, mulailah saya berkenalan dengan S...

LOKASTITHI GIRI BADRA

Gambar
Namanya cukup sulit untuk saya ucapkan. Lokastithi Giri Badra. Namun ada cara mudah menyebutnya yaitu: Museum Cipaku. Karena memang museum terbuka ini terletak di Dusun Pangebonan, Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga. Seperti namanya yang klasik, koleksi utama pun didominasi artefak temuan lokal dari masa klasik berupa Arca Ganesha . Museum ini menurut informasi berada diatas lahan sekira 4.000 m². Di sana sejumlah objek berbahan batu ditempatkan. Dalam suasana alam terbuka. Memang ada yang telah dilengkapi pelindung, diberi atap dan pagar pembatas. Namun tetap membiarkan udara Dusun Pangebonan yang terkadang lembab menyapa koleksi secara langsung. Beruntung, pihak pengelola terbilang mampu ngopeni dengan cukup baik. Bukan berada di jalur utama, membutuhkan usaha lebih untuk mencapai lokasi. Lebih mudah dan disarankan dengan kendaraan pribadi. Selain mempercepat juga bisa sekaligus mengunjungi beberapa destinasi terkait.  Arahkan saja layanan mesin pencari ke Wat...