Postingan

MENITI JEMBATAN LEGENDARIS CURUG SIPUTUT

Gambar
Agenda travelling saya kali ini adalah Curug Siputut. “What ?!?! Curug lagi ?!?!”, pekik seorang teman. Hehe, betul sekali, curug.  • Oleh : Anita Wiryo Rahardjo Meski dikomplain, tapi kalau saya masih belum bosan. Lha wong ada jargon Purbalingga Kota 1000 Curug kok. Meski tidak tahu juga seribu titiknya dimana saja. Namanya juga jargon. Nah, dari namanya sih Curug Siputut terbilang famous ya bagi orang-orang disini. Identik dengan “jembatan besi” yang melintang diatasnya. Berikut hasil googling lokasi curug : Curug Siputut is a waterfall(s) and is located in Central Java, Indonesia. The estimate terrain elevation above seal level is 357 metres. Variant forms of spelling for Curug Siputut or in other languages: Curug Siputut (id), Curug Siputut. Latitude: -7°17'7.01" Longitude: 109°20'1" JEMBATAN LEGENDARIS Curug Siputut sebenarnya masuk dalam wilayah desa Serayu larangan, Mrebet. Namun loaksi curugnya juga sangat dekat dengan desa Talagening, Bobotsari. Jadi, monggo ...

Ke PRASASTI CIPAKU yuuukkk

Gambar
Seperti yang sudah saya tulis sebelumnya, bahwa desa Cipaku Mrebet menyimpan banyak potensi cagar budaya yang masih terjaga kondisinya sampai saat ini. Sebagian besar koleksi ini diselamatkan dan ditempatkan di museum milik perorangan " Lokastithi Giri Badra " yang dibuka 24 jam non stop. Oleh : Anita Wiryo Rahardjo Namun yang tak kalah istimewa adalah keberadaan batu raksasa di sebelah museum ini. Batu yang bisa dibilang seukuran gajah gemuk dengan goresan-goresan huruf yang sangat sulit dibaca umum. Warga setempat mengenalnya sebagai Watu Tulis dan secara resmi terdata sebagai Prasasti Cipaku. Berbicara tentang prasasti, temuan di Cipaku ini jadi terasa menarik. Prasasti biasanya merujuk pada suatu benda yang mengandung tulisan. Nah, seperti kita tahu tulisan ini menjadi penanda berakhirnya masa prasejarah dan dimulainya zaman sejarah. Jadi, bisa dong kita menyebutnya lebih modern dari zaman batu. Karena umumnya dikenal mulai masa klasik Hindu-Budha. Sampai sekaran...

Sejumlah Bangunan Tua di Purbalingga

Gambar
Saat bicara tentang bangunan tua, maka terbayang sebuah tempat yang dibangun saat zaman Belanda atau sebelum Indonesia merdeka dengan arsitektur yang khas. Bisa jadi bergaya indisch atau malah rumah joglo. Oleh : Anita Wiryo Rahardjo Tidak hanya  kota kuna  di Jalan Jendral Sudirman Timur, pusat kota Purbalingga masih banyak menyimpan pesona bangunan tua ini. Mari berputar di sekitaran Alun-alun. Karena selain Balai Muslimin masih ada lagi nih.   Bermodal setumpuk kertas yang pernah saya peroleh dari Museum Soegarda Poerbakawatja  berisi informasi mengenai bangunan peninggalan kolonial di Purbalingga. Ada sekira 30 bangunan. Sebut saja di Jalan Dipokusumo, Jalan Letkol Isdiman sampai jalur utama Jalan Jendral Sudirman. Ada yang masih ditinggali. Dan tidak sedikit pula tanpa berpenghuni dengan kondisi cukup memprihatinkan. Pertama kita pilih bangunan pribadi dulu ya. Di Jalan Dipokusumo sejumlah rumah yang dibangun pada sekira 1920-an masih dapat ditemui. Dul...