Langsung ke konten utama

JALAN - JALAN KE GOA GENTENG



Goa Genteng. Nama ini sesungguhnya cukup asing bagi masyarakat Purbalingga. Meski beberapa blog pribadi sempat menuliskannya sebagai salah satu tujuan wisata di bhumi Perwira ini. Namun hanya petunjuk berlokasi di Candinata sajalah yang menjadi informasi dari goa hasil lelehan lava ini.

Oleh : Anita Wiryo Rahardjo
Foto oleh : Bagus Permana

Dikarenakan penasaran beberapa waktu yang lalu, Goa Genteng pun menjadi target jalan-jalan kami. Jalan menuju lokasi tidak dapat diblang mudah. Berada di kawasan perbukitan, menjadikan tidak ada kendaraan (bahkan sepeda motor sekalipun) untuk menjangkau lokasi. Team-pun harus berjalan kaki naik turun bukit untuk menemukan keberadaan Goa Genteng ini.


Terletak di dusun Karang Jengkol desa Candinata goa ini berjarak sekira 8 km dari pusat kota. Perbukitan di sekitar Goa Genteng sebagian difungsikan sebagai ladang-ladang warga. Sehingga sepanjang perjalanan, beberapa warga yang tengah berladang masih dapat kita temui.

Dengan diantar salah seorang warga, team-pun berhasil menuju Goa Genteng. Mulut goa-nya cukup kecil, namun masih cukup untuk masuk satu orang dewasa. Tumbuhan liar di sekitar mulut goa seolah menunjukkan jika goa ini tidak sering dikunjungi. Tepat di samping gua terdapat sungai bernama Kajar. Namun tidak ada setetes air pun yang terlihat di Kali Kajar ini. Entah saat musim penghujan.


Ketika melongok di dalam goa, salah seorang anggota team melihat beberapa undakan menuju ke dalam goa. Namun karena sangat gelap dan pengap, maka team-pun memutuskan tidak masuk.


KISAH RADEN KALIGENTENG

Sementara itu, beberapa petani yang kami temui mengatakan jika goa tersebut dahulu merupakan tempat bertapa Raden Kaligenteng putra Bupati Kertabangsa. Lalu siapakah tokoh-tokoh ini ? "Sengiyen cerita Kaligenteng niki sampun nate dimainaken teng ketoprak radio", tutur salah seorang petani tanpa mau menceritakan kisah detailnya. Sedangkan salah seorang yang bekecimpung di zona budaya lokal Purbalingga mengatakan asing dengan goa genteng ini.

Hmmmm, ada apakah sebenarnya dibalik kisah Kaligenteng ini ? Berhubung tak jua kunjung mendapatkan narasumber, maka googling menjadi pilihan terakhir. Mau tau lebih lengkapnya juga? Silakan klik Cerita rakyat dari Banyumas - Page 13 - Google Books Result

( thx to Luke & Yatno)

Komentar

  1. Gini aku ki wong purbalingga. Dadi ngene mas, bener gua genteng ki dulune pernah go tapa ning raden genteng putrane raden kertabangsa yaiku demang pertama purbalingga. Dadi ngene awale bisane raden genteng tapa ning gua gnteng iku akibat kesabet keris setan kober yaiku kerise mas genteng dewek, tapi keris kue di colong dening rade mas (kelalen) tepate demang sokaraja sing ora laine dulure dwek. Dadi ngnoh awale pusaka keris kue di colong dening demang sokaraja, tanpa sepengetahuan mas genteng. Alhasil mas genteng di kongkon ning raden kertabangsa(bapake mas genteng) lon golet pusaka kui, carane ngambi ngadake wayang. Yen wong mbien ndeleng wayang kue mesti gawa keris. Wayang kue nek ra salah di adake ning desa belik. Akan tetapi tetep ora nemu keris setan kober kang lagi di golet mas gnteng mau. Mbuh pie critane lanjute mas gnteng mau slek kambi dulure ning sokaraja. Alhasil deweke gelut kan kui, lah akibate gelut mau sing neng sokaraja ngtoke keris, lah deleng keris kui raden mas genteng paham. Wong kui keris sing lagi di golete. Ahire perang kan mas genteng kambi sokaraja. Lah pas perang kui mas genteng kesabet keris mau sing di colong nang sokaraja (keris setan kober) alhasil raden genteng arubah wujud dadi naga. Lanjut cerita raden mas genteng sing awujud naga balik marang purbalingga metu kali pelus. Nah mula di arani kali pelus amarga maune ana naga liwat kaya pelus. Mula wong purbalingga ra oleh adus nang kali pelus mbok kena apa apa mergo mbiene ngnoh. Lanjut mas genteng wadul marang bapake raden kertabangsa. Ndelok posisi kue raden kertabangsa ra trimo yen anake di kayakuekna ning sedulure dwek alhasil raden kertabangsa geloo. Ndawuh raden mas genteng kon tapa ning sikile gunung mas (g.slamet) kon ngetutke kali sing jenenge kali kajar. (Pol kali kajar ana gua) banjur raden kertabangsa dawuh marang mas genteng kang awujud naga "deweke aja tangi yen udu aku sing nangike" . banjur lanjut crita raden kerta bangsa ora trimo. Deweke marani marang sokaraja. Dadi lah perang barata yuda purbalingga - sokaraja. Neng perang kua ntong kabeh purbalingga ntong sokaraja ntong ketekan raden kertabangsa lan raden sing neng sokaraja bubar kabeh. Lah ning perang kue raden kertabangsa ngetoke pusaka batok(kelalen) lan payung(kelalen) dadi mau perang kan? Musnah kabeh lah pusaka mau mabur ming purbalingga awujud wringin kembar mulane maune wringin siji kaya batok wringing loro kaya payung. Lah amarga perang kui mulo akeh omongan yen wong pbg ra lih bojo kambi wong sokaraja. Lanjut tapane mas gnteng langka sing bisa nangikna akibat raden kertabangsa mau pada pada bubar ning perang. Akibate raden genteng istilaeh muksa ning gua mau. Deweke esih awujud naga. Lah petilane rangka nagane ono ning nggonku. Yen arep crita lengkap teka ngeneh ning desa kr.cegak dusun penurupan. Golete bangun sugito. Deweke apal sejarah purbalingga.

    BalasHapus

Posting Komentar

Banyak Dicari

WATU GUMILANG, MISTERI YANG BELUM TERPECAH

Meski kerap mendengar, nama Watu Gumilang masih tetaplah asing disebut sebagai salah satu objek wisata lokal di Purbalingga. Padahal, batu ini menyimpan keunikan tersendiri. Yaitu ribuan jejak tapak kaki yang menempel di permukaannya. Mulai dari tapak kaki manusia sampai bermacam jenis kaki binatang. Oleh : Anita Wiryo Rahardjo Lokasi Watu Gumilang terletak di dusun Gumilang desa Picung, kini masuk kecamatan Kertanegara. Sebelum dilakukan pemekaran, Gumilang masih merupakan bagian dari Kecamatan Karang Anyar. Watu Gumilang ini berada di kaki Gunung Batur, sehingga memakan jarak yang cukup jauh untuk menggapainya. Untuk menuju Watu Gumilang kita bisa melalui rute : Purbalingga - Bobotsari - Karang Anyar - Pertigaan Kasih - Adiarsa - Krangean - Karang Gude - Picung. Watu Gumilang berada di atas lahan milik warga, tepat di belakang MI Gumilang. Batu ini berukuran tinggi sekira 10 meter, panjang 10 meter dan lebar 5 meter. Benar-benar berukuran sangat besar. Seperti sebuah gunungan batu ya...

BATIK PURBALINGGA DIMULAI DARI ERA NAJENDRA

Mari mengingat-ingat, berapa batik yang kita miliki ? Bisa jadi banyak. Namun bagaimana dengan batik yang khas Purbalingga? Saya bahkan tidak tahu apakah saya punya. Atau...adakah Purbalingga memilikinya? Oleh: Anita Wiryo Rahardjo Salah seorang produsen batik, Yoga "Tirtamas" Prabowo mengatakan, " Batik Purbalingga itu sudah punya khas sejak awal ". Bagi pengguna batik random semacam saya jelas bingung dengan kalimat tersebut.  Yoga berujar yakin bahwa batik bukanlah tren baru yang mengikuti kecenderungan pasar. Karena Purbalingga telah memiliki sejumlah sentra batik sejak masa pendudukan Belanda. Najendra, pelopor industri batik di Banyumas Raya Keberadaan industri batik Purbalingga konon sudah ada sejak masa Perang Diponegoro (1825-1830). Berakhirnya Perang Diponegoro atau yang dikenal dengan istilah Perang Jawa ini diperkirakan menjadi awal bermunculan sentra batik di wilayah Banyumas Raya. " Ada anak buah Diponegoro yang membuat sentra batik di Sokaraja. ...